BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 04 April 2010

Jalan Menuju Pulang

Usahlah meruncing kemana perahu menghala

Tiada singgah aku condong haluan

Ketika bulan penuh bergantung di mata jala

Ingatkan aku pulang menghadapmu

Bahwa badai telah lama mengendap di diriku

Kupahami saja gelombang sapaan kawan

Kupahami juga aku hamba yang terbuang

Laksana puntung hanyut ke lubuk dalam

Maka kupautkan bubut hatiku di tiang malam

Mata kailmu itu seolah alamat tak berpintu

Bagaikan peta buta, laut tak bertepi, dan sungai buntu tak berhulu

Hendaknya aku terdiam memeluk waktu dalam rumah tak berlampu

Aku agaknya tersesat arah oleh angin akal

Dan akhirnya terdampar juga dilautan dangkal

Andai doaku tak juga tersampaikan

Biar kutanam dalam amuk yang membadai

Ku kaji kitabmu tentang jalan menuju pulang

Tentang syair-syair yang kau timang-timang

Ini bukanlah mencari retak dalam belah

Alangkkah malu menjadi hambamu

Jika tak berani mendayung ke tujuanmu nan indah

Meski aral dan duri slalu saja menhadang

Lihatlah lembaran hitam ini, lekat dalam dadaku

Agar ranting anak-anak sungai dapat menyusu

Belajar mengecap pahitnya mmerindu karenanmu

0 komentar: